Eco Iterpreter ( day 2 part 2 )

Aku tinggal sendirian di belakang bersama bapak lokalnya, ya jadi aku lari kebawah untuk menyusul yang lainnya. Sampai di bawah kami masuk ke perkebunan pohon jambu, banyak sekali pohon jambunya, aku membawa 2 buah jambu dari kebun itu

Sudah menunjukan waktu sholat zduhur, aku sholat zduhur di gabung dengan Ashar. Lalu makan siang, lagi lagi menggunakan mika. Seharusnya kita jalan lagi ke perkebunan tapi malah ada free time 2 jam. Oke sebenarnya ada yang harus aku baca karena malamnya akan di test Interpreternya kita dan memahami sejarahnya, tapi aku malah diem, bengong ngeliatin anak yang lain main di airnya air terjun terdekat.

Jam 3 kami berjalan lagi ke kebun, disana banyak sekali kol, daun bawang, dan lain-lain. Kali ini melewati jembatan dari tempat camp ke perkebunan, lalu melewati jembatan 2 bambu kecil, badan pohon, dan jalan yang curam sehingga harus pegangan dengan bapaknya dan pohon. Di jalan aku kebanyakan foto-foto jadi aku menyuruh orang lain jalan duluan sehingga aku tidak bisa mendengar penjelasan bapaknya yang ada di depan jauh sana.

Sudah tak terasa jika kita sudah menembus jalan pintu masuk ke tempat camp kemarin, keluar dari tempat perkebunan rasanya sehabis dari “Secret Garden” juga. Di pintu masuk itu aku melihat ada semen / pasir dan pengaduknya, dan pohon yang SAngat, saNGAT BESAR!!. Setelah itu kami turun lagi kebawah tepatnya di depannya desa Sangarahiang lagi, dan dijelaskan tentang tanaman yang ada di situ, aku lupa nama tanamannya nanti akanku tambahkan yaa.

Setelah dijelaskan kami pun kembali lagi ke tempat camp melewati kebun lagi. Balik-balik diberi tahu akan di test iterpreternya, aku sangat, sangat terkejut karena aku belum membaca sejarah tentang desa sangarahiang dan situs lingga, aku harus membacanya karena disitu aku selalu di belakang. Lalu di umumkan aku akan menginterpret dan menjadi tamu bersama anak laki ( Kawani ) dan aku pair 1 !!!

Magrib pun tiba aku sholat dan membaca lagi sejarahnya, makan malam aku lewati, dan memberi minyak gosok marib itu. Dan saat di panggil aku sangat gugup sehingga aku lupa menanyakan namanya siapa dan lain sebagainya, dan ini ngomongnya memakai bahasa ingris jadinya aku agak gak jelas dan lama sekali mikirnya, sehingga aku kehabisan waktu. Giliran Kawani yang menjelaskan dia menjelasannya sangat clear menurutku.

Malam tiba, aku ke kamar mandi untuk buang air kecil dan wudhu, rasanya SaNgat, Sangat dingin. Selesai itu aku sholat dan menghangatkan diri. Sebenarnya ada bakar jagung tapi aku memilih untuk tidak makan karena jagungnnya di olesi oleh kuas babi, oke aku bisa minta gak di kuasin, tapi masalah lainya di dalam api unggun itukan ada sampah toilet !!! ada pant-t liner dan popok bayi, ini bisa membuat banyak bakteri di jagungnya itu.

Setelah berbincang dikit aku masuk tenda gambar-gambar dan tidur.

Ohya ada satu lagi yang ingin aku katakan di jurnal hariini, MAKAN MALAM MIKA LAGI, RISOLES BUNGKUS PASTIK !!!

 

Iklan

Eco Interpreter ( day 2 part 1 )

Jam 5.30 aku bangun lalu sikat gigi, ganti baju, dan sholat. Sholatnya aku agak kesiangan karena dikamar mandi aku agak lama. Lalu sarapan diberi nasi box lagi yang berisi nasi, dan pakai MIKA LAGI !!!. Setelah itu kami Treking ke Situs lingga. Continue reading “Eco Interpreter ( day 2 part 1 )”

Eco interpreter ( day 1 )

Pagi jam 6 aku berangkat dari rumah nenekku ke stasiun gambir. Disana aku bertemu dengan kakak ( kak Maya ) yang akan menemani dari Jakarta hingga Cirebon. Kakaknya memberiku sekotak roti yang dibungkus plastik dan AMDK, seharusnya yang namanya “Eco” tidak membuat sampah plastik dan semacamnya, tapi yang ini aku dan ibuku maklumin karena katanya “Gak nemu yang gak ada plastik” kata kak Maya. Sudah menunjukan jam 9, aku akan segera berangkat naik kereta api. Perjalanan ke Cirebon menghabiskan 2 jam 30 menit. Diperjalanan aku duduk di dekat jendela, saat itu aku masih malu-malu ☺️☺️, yaa jadinya aku foto-foto, nonton, dan tidur.

Sampai di Stasiun Cirebon, lalu kita naik mobil yang sudah di sewa. Diperjalanan kita dikasih nasi box, dan boxnya dilaminating lagi, coba apa itu yang namanya “Eco” ?

Dua jam beralu, akhirnya sampai di Gunung kaki ciremai dan berhenti di depan desa Sagarahiang. Lalu diantar naik lagi kedepan jalanan untuk menuju perkemahan. Awalnya tangganya enak-enak aja, tapi lama kelamaan ‘lha kenapa tangga makin tinggi stepnnya ?’

Sampai di perkemahan kami disambut oeh kak may dan yang lain, lalu kami diberi pengarahan. Setelah itu aku mencari tenda yang akan aku inapi 2 malam. Lalu kumpul lagi di tempat yang sudah disediakan, kemudian pak polhut memperkenalkan diri begitu dengan yang lainnya. Dan di perkenalkan tentang gunung cerimai

Adzan magrib pun berkumandang aku sholat lalu makan malam                                Malamnya kami di beri tahu tentang “apa sih itu eco iterpreter ?” oleh kak Hanun, setelah itu kami menghangatkan diri dan tidur.

Bye-bye IPB

Pagi ini aku bangun dan langsung sholat, tapi aku lemas jadi kak Dinda menyemangatkan. Saat aku ambil wudhu aku merasa EMMM!! gitu karena ambil wudhu nyeker kebawah.

Setelah bersiap-siap kami bermain sambil olahraga, kita bermain lempar bola.                  Setelah itu kami pengamatan pagi, di pengamatan pagi ini kami akan menambil jejak yang kemarin kami cetak, ya aku tahu kalau belum kering, kering gak kering kita tetap harus mengambilnya karna siangnya akan pulang. Di pengamatan ini kami mendapat Belalang pedang, yang diatasnya ada laba-laba yang menyatukan kakinya.

Diperjalanan pulang kami menemukan kupu-kupu !, awalnya Anja berusaha menangkapnya, lalu Michele mencobanya dan dapat!, Yeay.

API !!!

Setelah berpetualang kami sarapan, dilanjut dengan belajar api.                                          Di materi kali ini, kami diajarkan membuat api unggun, cara memasak nasi, dll.                Di materi ini aku juga belajar nyalain korek yang di cetek

Setelah di ajarkan tentang api, kami LOMBA MASAK !!!.

Tim kami memasak :

  • Telor orek
  • Telor pedes
  • Capcay
  • Nasi

Nasi kami kelihatannya yang terbaik, dan kami menang dalam lomba masak 👏 yeay senangnya bisa mendapat hasil terbaiq. Hadiahnya untuk di makan bersama semangkanya.

Seharusnya ada upacara lagi, tapi ternyata gak ada, padaha aku pengentau jadi pembacanya 😢. Ya jadinya kami makan siang di kantin IPB, tapi karena tadi kami masak jadi tidak beli.

Sudah menujukan waktu jam 4, dan aku beru teringat di jadwal harusnya jam satu kami sudah berjalan pulang, tapi.. mungkin karena waktu menjelaskan api kelamaan ?, udah gitu Orang tuaku sudah menunggu di Tanjung Barat pula…

Selama di perjalanann kereta aku dan Trisha ngobrol terus. Tapi tiba-tiba aku merasa ada yang kurang di kereta, ternyata Husayn, Ibrahim, Vito, Ariq ketinggalan di bogor !!! hayayaya kok bisa gitu.

Ya jadi kami ( aku, Fattah, Naufal, Sovi, Khansa, Fakhri ) baru sampai jam 6 an di Stasiun Tanjung Barat.

Sampai rumah aku di omelin 😭

 

 

                                     THE END

Hari gatel!!!

Pagi ini aku berangkat jam 6 dari rumah karena jam 7.30 harus sudah di Stasiun Tanjung barat.

Jam 7.30 aku sampai di Stasiun Tanjung barat. Di stasiun sudah ada Khansa, Sovi, Fattah, Fakhri, Ariq, Vito. Kereta tujuan bogor sudah mau datang, tapi Ibrahim belum datang. Hampir saja kami mau meninggalkan Ibrahim, tapi pintu keretanyaa tertutup cepat.

 

Selesai kejadian itu, Ibrahim baru datang. Setelah itu kami naik bersama – sama.              Selama di perjalanan aku hanya bengong, ngeliatin semua pada main HP. Aku jadi jalan – jalan aja di kereta. Jam 9 kami sampai di Stasiun Bogor. Semua sudah sampai, tinggal Kezia yang belum.

Saat semua sudah lengkap kami pun keluar Stasiun dan naik angkot. Angkot pertama : Stasiun – Terminal angkot. Angkot kedua : Terminal angkot – kampus dalam

Setelah berganti 2 kali angkot akhirnya kami sampai di Kampis IPB. Setelah berjalan 1 KM kami akhirnya sampai di tempat penginapan. Disana banyak anjing, jadi aku sangat berhati – hati berjalan.

Setelah itu kami upacara, dan di jelaskan kegiatan yang akan dilakukan.                       Lalu ada presentasi tentang ekspedisi yan akan anak penggalang lakukan.

Jejak apa nih kak ?

Setelah beristirahat kami lanjut Belajar cara mencetak jejak kaki dengan gypsum, tapi ada kakak yang bilang itu adalah SEMEN PUTIH, padahal beda jauuuuuuuhhhhhhhhhh. Selanjutnya pengamatan siang, ke hutan kecil IPB. Saat masuk aku pun terkejut ” WOW !!!” ini seperti masuk kedalam hutan rimba ! ( aih lebay amat ) Tapi emang bener, saat masuk di sambut dengan akar gantung libat, fresh air, dan banyak lagi. Tapi untungnya kita gak di tempat yang banyak kodok dan uler. Dateng – dateng di tempat yang lebih luas, kami menemukan jejak kaki Harimau Sumatra ! dan jejak rusa ???

S : kak ini beneran jejak kaki ?? ada harimau kak disini ??? Dan ada Rusa ??

K : *Tersenyummalu

Ya, kami akan mencetaknnya dengan GYPSUM. Gypsum akan mengering 24 jam.          Saat pengamatan siang kita semua gatel-gatel !.                                                                       Kita tidak dapat memegang hewan yang ada disana karena gak dapat, tapi banyak burung diatas. Kami pulang dan meminum madu dari Bunga Soka.

Mandi tuh apa

Setelah berpetuang kami pun bersih – bersih. Ada yang mandi, ada yang engak, ada yang ganti baju saja. Karena kebiasaan aku tidak mandi saat kemping, ya terjadilah seperti ini.

Setelah itu, kami pun melaukan pengamatan malam, tepatnya jam 8. Di pengamatan malam ini kami di pandu juga oleh kakak yang bernama Kak Bambang. Yes di pengamatan malam ini kami mendapat beberapa satwa yang ada disana.

  • Cicak batu
  • Tokek
  • Laba – laba
  • Kecoa hutan

Dan masih banyak lagi. Di malam itu aku baru berani pegang cicak, dan rasanya bikin ketagihan !, karena tekstur berutnya yang lembut, tidak lengket seperti cicak rumah, pokoknya beda jauh deh sama cicak rumah !. Dan hal yang sama, gatel -gatel !

Jam 9 kami pun sampai di aula tempat kami tidur. Aku bergeas untuk sholat Isya tapi… aku agak ragu untuk ambil wudhu karena anjing naik-turun tangga, lalu keatas gak boleh pake sendal. Gimana gitu ya mau sholat, karena udah ambil wudhu naik, bareng liur anjing begitu ?.

 

 

                                        THE END

 

 

 

 

SI PENGHASIL OKSIGEN

Whoam……. pagi ini aku harus siap lebih awal karena mau pramuka, kenapa lebih awal, karena tempatnya jauh… di jakarta timur sana…

Eeeehh gak ada yang nanya ya ? 😅

Jadi hari ini aku ada kegiatan pramuka di Rumah inpirasi. Kami belajar bersama kakak Skala yang baik hati 😊.

Minggu ini kami belajar tentang “SI PENGHASIL OKSIGEN”

Jadi kamk mengumpul kan data tentang pohon yang sedah di amati                            contoh: pohon jambu, kulitnya kasar, buahnya enak, dll

Kebetulan aku sekelompok bersama Khansa dan Anja. Anja ngitung, Khansa gambar, aku yang membantu menjawab pertanyaan. Kami memilih pohon jambu yang akan kita amati. Setelah itu kami pun presentasi, kami membawa contoh buah dan daun pohon jambu.

POHON JAMBU

  • daunnya saat di remas bau seperti jambu
  • daunnya menyirip, & berwarna hijau
  • pohonnya bertekstur agak kasar
  • warna pohonnya cokelat tua
  • buahnya bisa dimakan
  • buahnya berbentuk cu

Setelah presentasi kami di beri PR, PRnya adalah mengamati tumbuhan, lalu di catat.